Analisis Perspektif Islam Terhadap Dampak Fomo Pada Kebutuhan Eksistensi Manusia Modern
Keywords:
FOMO, eksistensi manusia, perspektif Islam, Literasi Digital, qana’ahAbstract
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi salah satu tantangan psikologis yang marak di era digital, terutama di kalangan generasi muda. FOMO ditandai oleh perasaan cemas atau takut tertinggal informasi, pengalaman, atau tren yang sedang berlangsung, sehingga mendorong individu untuk terus terhubung dengan media sosial. Dalam perspektif Islam, konsep eksistensi manusia tidak hanya diukur dari pengakuan sosial, melainkan dari kualitas hubungan dengan Allah dan kontribusi terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FOMO terhadap kebutuhan eksistensi manusia berdasarkan pandangan Islam, dengan fokus pada nilai-nilai spiritual, akhlak, dan keseimbangan hidup. Hasil analisis menunjukkan bahwa FOMO dapat menggeser orientasi hidup dari tujuan ukhrawi menuju pencapaian duniawi semata, yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, menurunkan keikhlasan, dan mengikis rasa syukur. Oleh karena itu, penting adanya internalisasi nilai-nilai Islami seperti qana‘ah, tawakkal, dan pengelolaan waktu agar individu mampu mengendalikan diri dari dampak negatif FOMO.
References
Idris, H., Muttaqin, A. I., & Fajarudin, A. A. (2023). Fenomena FoMO; Pandangan Al-Qur’an tentang Pendidikan Mental dan Keseimbangan Kehidupan Generasi Millenial. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 16(2), 145–157.
Azzaki, F., Hasanah, U., & Muhammad Nur, S. (2024, December 27). Analisis Perilaku Fear of Missing Out (FoMO) di Instagram dalam Perspektif Hadis. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 5(3), 560–576. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i3.1689
Maulidizen, A., Johari, J., Maghfirah, M., Roosiani, A. P., Iman, M. Z., & Rizapoor, H. (2024). The Fear of Missing Out (FOMO) and Islamic Consumer Ethics: Examining Gen Z Behavior Through a Sharia and Moral Lens. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 28(2). https://doi.org/10.29300/madania.v28i2.5902
Nurhidayati, S. A. (2025). Konsep Qanaah Sebagai Media Terapi FoMO Syndrom Menurut Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Mishbāh [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo]. Repositori Skripsi IAIN Ponorogo
Al-Ghazali. (2003). Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Bouzenita, A. I., & Boulanouar, A. W. (2016). Maslow’s hierarchy of needs: An Islamic critique. Intellectual Discourse, 24(1), 59–81. Diperoleh dari [https://journals.iium.edu.my/intdiscourse/index.php/id/article/view/840](https://journals.iium.edu.my/intdiscourse/index.php/id/article/view/840)
Dompet Dhuafa. (2024). Qana’ah dan konsep cukup dalam Islam di era digital. [https://dompetdhuafa.org](https://dompetdhuafa.org)
Kierkegaard, S. (1849). The sickness unto death. Copenhagen: C. A. Reitzel. (Terjemahan Inggris: Hong, H. V., & Hong, E. H., 1980). Princeton University Press. [https://en.wikipedia.org/wiki/The_Sickness_unto_Death](https://en.wikipedia.org/wiki/The_Sickness_unto_Death)
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. [https://psychclassics.yorku.ca/Maslow/motivation.htm](https://psychclassics.yorku.ca/Maslow/motivation.htm)
Mirawati, L., Ramadhani, S., & Fauziah, N. (2024). Digital dependency and spiritual well-being of Muslim youth. Journal of Islamic Psychology, 6(1), 33–47.
Muhasabah, A., Rahman, F., & Zulkifli, H. (2019). Digital literacy in Islamic perspective: Building ethical awareness in the online era. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 211–225.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. [https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014](https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014)
Sartre, J.-P. (1943). L’être et le néant: Essai d’ontologie phénoménologique [Being and nothingness: A phenomenological essay on ontology] (H. E. Barnes, Trans., 1956). Éditions Gallimard. Diperoleh dari [https://en.wikipedia.org/wiki/Being_and_Nothingness](https://en.wikipedia.org/wiki/Being_and_Nothingness)
Sartre, J.-P. (1946). Existentialism is a humanism (P. Mairet, Trans., 1948). Les Éditions Nagel. Diperoleh dari [https://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism_Is_a_Humanism](https://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism_Is_a_Humanism)
The Fear of Missing Out and Islamic Consumer Ethics. (2024). Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 28(2), 233–250. [https://doi.org/10.29300/madania.v28i2.5902](https://doi.org/10.29300/madania.v28i2.5902)









